4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya

oleh
4 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya
agen togel

1. Salat subuh berjamaah

Nettoto

Ledakan bom yang terjadi di tiga gereja Kota Surabaya dilakukan oleh satu keluarga berjumlah 6 orang. Ternyata sebelum beraksi, keluarga ini sempat salat subuh berjamaah di mushola dekat kediaman mereka.

Dita Supriyanto bersama keluarga tinggal di kompleks Perumahan Jalan Wonorejo Asri XI, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Dita diketahui seorang pengusaha. Menurut tetangga, Dita kerap menjual berbagai jenis minyak seperti wijen dan kemiri.

Dita Supriyanto bersama istri dan empat anaknya melakukan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya. Sebelum beraksi, Dita sekeluarga sempat salat subuh berjamaah di musala dekat kediamannya.

2. Pelukan setelah salat

Tapi usai salat ada hal yang beda dilakukan oleh keluarga ini. Di mana mereka saling berpelukan sambil menangis. Tak berselang lama, kejadian ledakkan bom bunuh diri memporak porandakan tiga gereja.

3. Ibu lilitkan bom ke anaknya

Puji Kuswati berjalan bersama dua anaknya Fadila dan Pamela masuk ke GKI Jalan Diponegoro setelah diturunkan oleh sang ayah. Sempat dihalangi satpam gereja, akhirnya bom meledak.

Parahnya, Puji yang saat itu memakai cadar tak hanya melilitkan bom di dalam perutnya, tapi juga kepada dua anak perempuannya. Tito mengungkapkan, jenis bom ini membuat bagian perut terduga pelaku tidak utuh.

“Sementara bagian atas tubuh dan bagian kaki, relatif masih utuh,” katanya di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu (13/5) sore.

Minggu, 13 Mei 2018 menjadi kabar duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur diguncang bom di tempat ibadah. Sebanyak tiga gereja diledakkan oleh teroris dengan waktu hampir bersamaan.

Akibat bom tersebut, banyak korban meninggal dunia. Bom ini telah meninggalkan luka fisik ataupun psikis dan meninggalkan trauma yang mendalam pada korban. Merdeka.com merangkum cerita para korban serangan bom gereja di Surabaya dari berbagai sumber:

Comtoto

Togel Online